www.cuplikdata.id – JAKARTA – Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, menegaskan keputusan untuk menjauh dari para pemain selama jeda kompetisi Super League 2025–2026. Dalam pandangannya, masa jeda kompetisi merupakan kesempatan berharga untuk menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga, yang selama ini sering terabaikan.
Liga sepak bola tertinggi di Indonesia memang mengalami penghentian sementara akibat tim nasional Indonesia U-22 sedang berjuang di pentas SEA Games 2025. Persija Jakarta akan kembali berlaga melawan Semen Padang di Stadion H. Agus Salim pada 22 Desember 2025 dan persiapan tentu sangat penting untuk kembali ke jalur kemenangan.
Selama jeda, Souza bertekad untuk memanfaatkan setiap momen guna memperkuat hubungan dengan keluarganya. Dia percaya, waktu ini adalah momen yang tidak ternilai, terutama setelah jadwal padat yang dilalui para pemain selama musim sebelumnya.
Pentingnya Waktu Bersama Keluarga Bagi Seorang Pelatih
Dalam dunia sepak bola yang penuh tekanan, seringkali pelatih dan pemain terpaksa mengorbankan waktu pribadi untuk menjalani latihan dan pertandingan. Oleh karena itu, Mauricio Souza mengambil langkah tegas untuk tidak berinteraksi dengan pemain selama masa liburan ini.
Kebebasan yang diberikan Souza kepada para pemain juga menunjukkan pendekatan manajerial yang modern. Dia percaya bahwa dengan memberikan waktu untuk bersantai, para pemain akan kembali lebih segar dan siap untuk tantangan berikutnya.
Pernyataan Souza menggarisbawahi pentingnya keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Tanpa keseimbangan ini, performa di lapangan bisa terpengaruh secara negatif, baik secara mental maupun fisik.
Strategi Pelatih Dalam Menghadapi Jeda Kompetisi
Souza sudah memiliki rencana strategis untuk memanfaatkan jeda kompetisi ini sebaik mungkin. Ia berharap para pemain dapat memanfaatkan waktu libur untuk beristirahat dan berkumpul dengan keluarga mereka, sehingga saat kembali, mereka bisa lebih fokus dan berkomitmen.
Sebelum libur, Souza telah mengingatkan para pemain untuk tetap menjaga kondisi fisik. Latihan mandiri disarankan agar kebugaran tetap terjaga, meskipun tanpa pengawasan langsung.
Pelatih asal Brasil ini meyakini bahwa komunikasi tetap penting selama masa liburan. Ia berharap para pemain bisa memberikan kabar mengenai aktivitas mereka, untuk memastikan bahwa semua berjalan lancar.
Menjaga Keterhubungan Meski Jeda Panjang
Dari perspektif manajerial, menjaga keterhubungan dengan tim sangat penting meskipun jangka waktu jeda cukup panjang. Maka, Souza menyarankan agar semua pemain tetap berkomunikasi satu sama lain.
Dia percaya bahwa komunikasi yang baik akan memperhatikan perkembangan masing-masing pemain. Komunikasi yang solid bukan hanya meningkatkan rasa solidaritas, tetapi juga memudahkan saat kembali ke rutinitas latihan.
Strategi ini diharapkan akan membangun semangat baru di antara para pemain, yang memang sangat dibutuhkan setelah jeda. Memiliki dinamika yang baik dalam tim dapat berkontribusi pada hasil positif di pertandingan mendatang.


