www.cuplikdata.id – PT Angkasa Pura Indonesia, yang dikenal sebagai InJourney Airports, baru saja mencetak prestasi membanggakan dengan meraih Predikat Leadership A – Advancing ESG Transparency Leadership. Penghargaan ini diberikan dalam ajang Indonesia ESG Leadership Awards 2025 yang diadakan oleh Bumi Global Karbon Foundation.
Penghargaan ini memberikan perhatian khusus pada kepemimpinan dan transparansi suatu perusahaan dalam menerapkan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola yang lebih dikenal dengan istilah ESG di Indonesia. Melalui penghargaan ini, praktik bisnis berkelanjutan semakin dikuatkan sebagai nilai penting dalam dunia industri.
Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, menyatakan bahwa pencapaian ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengimplementasikan prinsip ESG. Hal ini menjadi bukti nyata dari dedikasi perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan dan masyarakat.
Pentingnya ESG dalam Praktik Bisnis Saat Ini
Konsep ESG menjadi semakin relevan dalam dunia bisnis, terutama di era di mana kesadaran terhadap isu-isu lingkungan semakin meningkat. Perusahaan yang mengadopsi prinsip ini seringkali mendapatkan kepercayaan lebih dari konsumen dan investor.
Dengan menerapkan prinsip ESG, perusahaan tidak hanya dapat berkontribusi pada perlindungan lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Hal ini sangat penting dalam menciptakan reputasi positif dan hubungan yang lebih baik dengan stakeholder.
Selain itu, penerapan prinsip tersebut dapat mencegah risiko yang berkaitan dengan perubahan iklim. Dengan pengelolaan yang tepat, perusahaan dapat mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh operasionalnya terhadap lingkungan.
Metodologi Penilaian dalam Penghargaan ESG
Metodologi penilaian yang digunakan dalam penghargaan ini dilakukan secara independen oleh Bumi Global Karbon Foundation. Penilaian dilakukan berdasarkan laporan berkelanjutan atau sustainability report tahun 2024.
Ada 33 faktor ESG yang dinilai dalam proses ini, sehingga memberikan gambaran komprehensif mengenai kinerja perusahaan. Hal ini membantu mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki dan dikembangkan lebih lanjut.
Aspek lingkungan menjadi fokus utama dalam penilaian ini, terutama terkait dengan emisi gas rumah kaca dan penggunaan energi. Penilaian ini menunjukkan betapa pentingnya bagi perusahaan untuk memahami dampak lingkungan dari operasional mereka.
Aspek Lingkungan dalam Penilaian ESG
Di dalam aspek lingkungan, terdapat beberapa faktor yang dinilai, seperti emisi dan intensitas gas rumah kaca. Ini menjadi indikator kunci bagi perusahaan dalam mengukur dampak lingkungan dari aktivitasnya.
Selain itu, konsumsi energi dan penggunaan air juga menjadi fokus dalam penilaian ini. Perusahaan yang memiliki kebijakan efisiensi energi dan pengelolaan sumber daya air yang baik biasanya mendapatkan penilaian positif.
Mitigasi risiko iklim juga menjadi salah satu aspek yang dinilai, karena perusahaan perlu memiliki strategi untuk menghadapi berbagai tantangan yang diakibatkan oleh perubahan iklim. Ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu proaktif dalam mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan.
Aspek Sosial dalam Penilaian ESG
Di sisi sosial, penilaian ESG melibatkan rasio pengupahan karyawan berdasarkan gender. Ini penting untuk memastikan kesetaraan dalam kompensasi bagi seluruh karyawan tanpa memandang jenis kelamin.
Aspek anti diskriminasi juga menjadi bagian dari penilaian ini, dengan harapan bahwa semua karyawan diperlakukan secara adil dan setara. Hal ini menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan beragam.
Tingkat cedera dan keselamatan karyawan juga dinilai, menunjukkan bahwa kesejahteraan tenaga kerja adalah prioritas bagi perusahaan. Program CSR yang dijalankan perusahaan juga dinilai untuk melihat kontribusinya terhadap masyarakat sekitar.


